Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2019
Quantum Litera Center dan Jendela Ilmu Nusantara: Optimalisasi Generasi Z Sebagai Provokator Literasi Berbasis Kearifan Budaya Lokal Oleh: Dewi Trisna Wati Institut Agama Islam Negeri Kediri Seiring berjalannya waktu, inovasi teknologi nampaknya telah berhasil menggeser kebiasaan individu ke ranah digitalisasi. Implikasinya berdampak ke berbagai aktivitas, salah satunya budaya baca. “Read and write like breathing. Reading is taking a breath  but, writing is outing it.” Membaca dan menulis diibaratkan proses bernafas. Ketika menarik nafas disebut membaca sedangkan, menulis ialah mengeluarkan nafas tersebut. Pernafasan akan terganggu apabila dipenuhi udara yang sesak. Begitupun baca dan tulis, seringkali sebuah ‘kesempitan' membengkalai proses membaca dan menulis. Kata ‘sempit' diartikan sebagai sedikitnya waktu menjelajah buku. Nafas dari sebuah ilmu hanya membaca. Bisa dipikirkan bagaimana jika ilmu akan mati apabila tidak dilakukan proses membaca. Baca dan tulis merupakan k...